Teknik Komposisi dalam Dunia Fotografi ( Part 2 )

8. Komposisi Foto Negative Space

Komposisi Negative Space merupakan salah satu komposisi kreatif yang membiarkan banyak ruang kosong atau negative space pada foto.
        Ruang kosong disini bisa berupa langit, hamparan padang pasir yang luas, padang rumput atau apapun yang bisa memberikan “ruang kosong” pada foto.
        Dengan memberikan ruang kosong yang tepat, foto kamu bisa terlihat sangat menarik dan kreatif.

Elemen Negative Space. (foto : Steve McCurry)

Dinding pada kanan kiri foto memberikan ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menarik.

Elemen Negative Space. (Foto : Barry O Carroll)

Langit yang berwarna biru di sekitar patung memberikan efek ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menawan.


9. Keseimbangan Elemen Foto

Komposisi dengan menyeimbangkan elemen pada foto merupakan teknik yang sangat menarik dan membutuhkan kreatifitas lebih.
Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini..

Balancing Elemen in the Scene. (Foto : Barry O Carroll)

Sekilas foto lampu jalan pada sisi kiri foto sudah memenuhi kriteria Rule of Thirds, tapi foto terasa kosong apabila tidak ada menara Eiffel pada sisi kanan foto.
        Karena itulah, Barry O Carroll mengambil angle sedemikian rupa agar menara Eiffel masuk dalam foto sehingga bisa menjadi POI sekunder yang akan menyeimbangkan foto agar terlihat lebih kreatif dan menarik.
        Pasti kamu berpikir, komposisi ini justru malah bertentangan dengan komposisi Negative Space yang membiarkan ruang kosong pada foto. Itulah seni, tidak ada yang benar-benar mutlak, tidak ada rules atau aturan uang baku.

.. semua butuh kreatifitas masing-masing photographer .. 

.. mainkan imajinasimu.. 🙂

Balancing Elemen in the Scene. (Foto : Barry O Carroll)


10. Komposisi Foto Golden Spiral atau Golden Ratio

Jika kamu membuat sebuah persegi panjang dengan proporsi 1 : 1.618, kemudian mengirisnya menjadi persegi empat yang lebih kecil, maka didapat sebuah bentuk spiral atau biasa disebut Golden Spiral.
        Bentuk spiral ini didapat dari perhitungan Fibonacci Number sehingga dikenal juga dengan nama ‘Fibonacci Spiral’Bayangkan sebuah rumah siput, seperti itulah komposisi Golden SpiralJarak ke pusat makin lama makin mengecil, namun bisa bergaris tidak nyata.
        Implementasinya bisa bermacam-macam, seperti tangga menurun, bunga dengan kelopak berputar, bahkan yang benar-benar maya seperti potret manusia jika dibandingkan dengan komposisi di sekelilingnya. Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini.

Golden Spiral. (Foto : Barry O Carroll)

Objek berupa dua orang manusia menjadi titik pusat dari ujung rumah siput (Golden Spiral).

Golden Spiral. (Foto : Barry O Carroll)

Objek berupa gedung tinggi menjadi titik pusat dari ujung rumah siput (Golden Spiral).

Golden Spiral. (Foto : www.picmonkey.com)

Objek berupa manusia yang sedang berjalan menjadi titik pusat dari ujung rumah siput (Golden Spiral).


11. Change your Point of View

Idealnya, sebuah foto biasanya diambil pada eye level atau sebagaimana mata memandang.
Nah, untuk mendapatkan hasil yang lebih kreatif, kamu bisa mengubah sudut tembakan dengan memotret dari ketinggian, atau meninggikan kamera (bird eye), juga sebaliknya, menurunkan kamera kamu serendah-rendahnya (ant eye).

Inilah maksudnya Change your Point of View.

Banyak fotografer Cityscape atau Wild Life misalnya, yang sengaja berbaring di lumpur untuk mendapatkan foto yang menarik dengan memilih low angle.


Change Your Point of View. (Foto : Barry O Carroll)

Foto di atas diambil dari atap menara Montparnasse. Dengan mengambil foto dari ketinggian, bisa memberikan pemandangan kota yang spektakuler, terutama di malam hari.

Change your Point of View. (Foto : Paul Kirui)

Foto di atas diambil dengan teknik low angle dengan jarak dekat menggunakan lensa wide, sehingga foto memiliki dimensi yang dramatis.

Change your Point of View. (Foto : Craig Jones)

Foto di atas diambil dengan teknik yang benar-benar low angle sehingga bisa membuat penikmat foto seolah-olah sedang bertatapan mata dengan objek foto.


12. Komposisi Foto Refleksi

Refleksi pada foto bisa jadi sebagai elemen utama (point of interest) atau dapat dieksplorasi hanya sebagai pelengkap saja. Jika refleksi foto dijadikan elemen utama, harus bisa memberikan sebuah foto yang bercerita meski hanya sebuah refleksi saja. Refleksi biasanya sangat akrab dengan photographer yang suka akan keindahan abstrak atau minimalism dengan komposisi refleksi sebagai POI utama. Benda yang bias dijadikan untuk mendapatkan refleksi bisa bermacam-macam, contohnya genangan air, danau yang tenang, sawah yang belum ditanam, sungai, kaca jendela, cermin, spion bahkan kacamata dan lainnya. Sementara yang dijadikan objek bisa berupa benda-benda, mahluk hidup, manusia dan lainnya.

Contoh foto dengan Refleksi.

Elemen Refleksi. (foto : Takashi Nakagawa)

Foto di atas diambil oleh Takashi Nakagawa di Marrakesh, Maroko yang mendapatkan penghargaan sebagai pemenang pertama Travel Photographer of the Year tahun 2016 National Geographic untuk kategori Cities.

Elemen Refleksi. (foto : webneel.com)

Elemen Refleksi. (Image credits: Paul Apal’kin)

Elemen Refleksi. (Image credits: elessar91)

Elemen Refleksi. (foto : Chris Percy)

Saya sangat menikmati foto dengan komposisi refleksi ini, jadi ga tahan untuk tidak memasukkan banyak jumlah foto kreatif dengan komposisi refleksi.. 🙂


13. Komposisi Foto Separasi

Separasi merupakan komposisi foto dimana terjadi perbedaan yang sangat kontras antara objek foto dengan background.

Elemen Separasi. (foto : Steve McCurry)

POI pada foto di atas adalah anak-anak kulit hitam yang sedang bermain terasa kontras dengan background debu yang berterbangan.

14. Komposisi Foto Motion Blur

Motion blur adalah elemen komposisi yang menunjukkan adanya pergerakan objek baik background atau foreground bahkan bisa kedua-duanya. Beberapa fotografer ada yang “berusaha” menghindari terjadinya motion blur ini, namun banyak juga yang ingin mendapatkan foto dengan efek motion blur. Dengan teknik ini, foto seolah-olah berbicara bahwa objek dilihat sedang bergerak saat di foto. Kesan adanya pergerakan dalam foto bisa disebabkan oleh objek yang bergerak atau malah kamu yang menggerakkan kamera.


Elemen Motion Blur. (foto : Steve McCurry)

Untuk mendapatkan efek objek tetap fokus sementara background-nya yang motion blur, maka kamu harus menggerakkan kamera seiring dengan pergerakan objek.

        Teknik ini biasa disebut dengan panning

Dalam prakteknya, motion blur dimanfaatkan untuk membuat foto abstrak, street motion-blur, foto panggung ataupun foto action.

Elemen Motion Blur. (foto : Paolo Margari)

Background yang motion blur membuat foto bercerita bahwa ada seorang gadis yang sedang naik otoped terlihat bergerak.

15. Komposisi Foto Noise

Noise pada foto adalah munculnya bintik-bintik atau grain pada foto yang diakibatkan dari ketidaksempurnaan kerja sensor kamera akibat kurangnya cahaya. Foto noise memang sering dihindari oleh para fotografer dengan menurukan ISO dan membesarkan aperture bahkan menggunakan software penghilang noise seperti NIK Software.

Elemen Noise. (foto : Steve McCurry)

Namun untuk genre-genre tertentu, terkadang noise dapat dipadupadankan dengan elemen yang lain sehingga lebih meningkatkan impresi dari foto.
Itu pun jika kamu memang tertarik dengan foto abstrak, surrealis, konseptual dan tekstur.


Elemen Noise. (foto : Tookapic)

Sumber noise bisa berupa debu atau jamur yang menempel pada lensa, reflektor, atau dengan pengaturan ISO dan aperture hingga penggunaan software editing untuk mendapatkan foto yang noise.


Elemen Noise. (foto : www.ifotosoft.com)

16. Komposisi Foto Penuhi Frame (Fill the Frame)

Sesuai namanya, penuhi frame foto dengan objek untuk mendapatkan teknik komposisi ini.
Mendekatlah ke objek dan ambil dari sudut tertentu untuk mendapatkan foto yang kreatif dan menarik.

Elemen Fill the Frame. (foto : Cruz Photography).

Elemen Fill the Frame. (foto : Cruz Photography).

Elemen Fill the Frame. (foto : Cruz Photography).

17. Komposisi Foto Tekstur (Texture)

Tektur merupakan komposisi foto yang menampilkan tekstur dari objek yang difoto. Dengan adanya tekstur maka detail benda akan lebih tampak apalagi jika dibantu dengan pencahayaan yang baik. Contoh objek yang biasa dijadikan komposisi tekstur adalah bebatuan, aspal, guratan tulang pada daun, kayu, kulit, mata, kain dan masih banyak lagi.

Elemen Texture. (foto : pinterest.com)

Untuk mendapatkan tekstur, teknik yang digunakan sederhana saja, foto objek dari jarak dekat menggunakan lensa tele atau 50mm ke atas.

Elemen Texture. (foto : pinterest.com)

18. Komposisi Warna (Color)

Komposisi warna atau color bisa mewakili emosi, suasana, mood dan pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer. Foto hitam putih atau BW juga bisa dimasukkan dalam komposisi Color ini. Komposisi Color akan terlihat sangat menarik apabila ada interupsi seperti dalam gambar di bawah ini.

Elemen Color. (foto : Steve McCurry)

19. Rule of Odds (Penggangu)

Komposisi Rule of Odds ini agak menarik..
Teori ini mengatakan bahwa sebuah foto akan terlihat menarik jika ada suatu objek yang ganjil atau yang jadi “penggangu” pada foto. Dengan adanya elemen ganjil yang mengganggu, maka membuat penikmat foto merasa “tidak yakin” mana yang harus dijadikan pusat perhatian dari foto tersebut. Tapi tetap saja, elemen ganjil ini harus senatural mungkin dan enak dipandang mata. Lebih jelasnya lihat foto berikut ini.

Elemen Rule of Odds. (Foto : Barry O Carroll)

Foto di atas mengkombinasikan komposisi Frame in Frame dengan 3 buah frame berupa lengkungan dari bangunan, namun ada objek ganjil yaitu orang ketiga yang membuat fokus perhatian dari penikmat foto “terganggu”.

20. Isolasi Objek (Depth of Field)

Komposisi mengisolasi objek dengan membuat bagian background menjadi blur biasanya digunakan untuk memotret manusia atau portaiture atau benda apapun yang bertujuan agar penikmat foto hanya fokus pada objek yang ditonjolkan.

Elemen Depth of Field. (Foto : Barry O Carroll)

Komentar